Pada Pelaksanaan Makrab
Tonti 2016, telah dibentuk Tim Kreatif yang berjumlah 6 orang yang berasal
dari Alumni Prastikayudha yang akan membantu tim Dewan Tonti Prastikayudha
untuk menkonsep beberapa acara dalam Makrab Tonti agar bisa berkesan,bernilai
tinggi, dan bertujuan agar tradisi “ke-Prastikayudha-an”
tetap terjaga. Prastikayudha sendiri merupakan suatu keluarga yang cukup erat, Prastikayudha berasal dari beberapa lapisan antara lain Alumni Prastikayudha, Dewan Tonti Prastikayudha, serta Tonti Prastikayudha yang mempunyai jiwa yang sama yaitu "prastikayudha". Untuk mendukung pelaksanaan Makrab Tonti 2016 serta memupuk dan menumbuhkan korsa anggota Tonti baru yang akan
dilantik serta membangun suasana Makrab Tonti 2016, Tim kreatif telah
mengadakan lomba foto dinstagram bagi anggota Tonti Baru, Dewan Tonti, Maupun
Alumni Prastikayudha. Di harapkan seluruh peserta Makrab dapat ikut den meramaikan Makrab Prastikayudha 2016 ini.
Perjuangan Tanpa Batas
Jumat, 19 Februari 2016
TIM KREATIF PRASTIKAYUDHA SIAPKAN ‘TRADISI’ PENYAMBUTAN ANGGOTA BARU
Kamis, 01 Oktober 2015
PERSIAPAN PRASTIKAYUDHA MENYAMBUT LBB 2015
Peleton inti SMAN 1 Jetis yang biasa dikenal dengan sebutan “Prastikayudha”
telah bersiap mengikuti event akbar yaitu Lomba Baris –Berbaris tingkat
kabupaten Bantul.Sebagai bentuk kesiapan melaksanakan lomba,Tim Pleton inti
SMAN 1 Jetis telah melakukan serangkaian latihan Baris-berbaris yang di
laksanakan Oleh Dewan Tonti SMAN 1 jetis dibawah kepemimpinan Kak Adhitya
Casangka yang baru saja dilantik sebagai Ketua Dewan Tonti (DT) SMAN 1 Jetis untuk menggantikan Kak Anggoro Kasih yang telah “purna” atau
selesai masa jabatannya.
Tujuan pelaksanaan kegiatan latihan baris berbaris ini
selain untuk mempersiapkan lomba agar bisa bertanding dengan maksimal,kegiatan
ini juga bertujuan memupuk rasa nasionalisme tinggi serta meningkatkan
kedisiplinan.Selain materi Baris berbaris serta materi komandan tidak lupa juga
dilakukan kegiatan yang biasa kami sebut dengan “pembinaan”. “Pembinaan” ini meliputi
pembinaan Spiritual,Keagamaan,Etika,Budi Pekerti,Tata krama,Sopan
santun,Teknik manajemen waktu,teknik belajar, konsultasi masalah pelajaran
serta masalah lain yang mungkin dibutuhkan untuk adik adik Tonti.Semoga dengan latihan ini Tim Peleton Inti SMAN 1 Jetis bisa menjadi Juara dan Mengharumkan nama PRASTIKAYUDHA dan SMAN 1 Jetis. Prastikayudha 2015 jaya....
Minggu, 05 Oktober 2014
PRASTIKAYUDHA GELAR MAKRAB TONTI 2014
Dewan tonti SMAN 1
Jetis yang tergabung dalam Prastikayudha siap menggelar event tahunan yaitu
makrab TONTI Angkatan 2014,kegiatan tersebut menjadi tindak lanjut dari event
event serupa,Nantinya kegiatan ini akan melibatkan seluruh Anggota Tonti SMAN 1
Jetis,Menurut Ketua Dewan Tonti SMAN 1 Jetis Anggoro Kasih,makrab ini sebagai
momentum awal untuk mengakrabkan anggota tonti,dan juga ajang untuk saling
mengenal satu sama lain,nantinya juga akan ada pelantikan tonti oleh bapak
kepala sekolah katanya.Kegiatan Tersebut Rencananya akan dilakukan setelah Mid
semester sebelum lomba LBB dilaksanakan.
Dalam Hal lain Juru
bicara Prastikayudha sekaligus salah satu Panitia Makrab Tonti 2014 Yusuf
Kurnia Irawan Mengatakan bahwa kegiatan ini akan didesain sedemikian rupa,kami
akan menyiapkan semuanya dengan baik termasuk meminta masukkan dari beberapa
pihak seperti pihak kesiswaan sekolah,para kakak kelas,dan alumni
prastikayudha.Bahkan kakak –kakak alumni akan kami masukkan dalam kepanitiaan
untuk mengurusi beberpa kegiatan yang membutuhkan konsep dan perencanaan yang
matang.
Sementara itu,salah
satu anggota alumni Prastikayudha Rizki KW mengatakan bahwa seluruh alumni siap
mem backup Para Anggota DT yang akan
menyelenggarakan Acara ini bahkan Alumni Prastikayudha telah menggelar
pertemuan untuk membahas tentang permohonan membantu pelaksanaan MAKRAB TONTI
2014 tukasnya.
Rabu, 12 Desember 2012
Sejarah Singkat Pembangunan Tiang Istana Merdeka
Paskibraka, hampir semua orang
Indonesia pasti mengenal kata itu, sepasukan pelajar yang diseleksi ketat yang
bertugas mengibarkan bendera. Begitu juga dengan kata "bendera
Pusaka" dan bendera duplikat pusaka, pasti sebagian besar rakyat Indonesia
telah mengetahuinya.
Jika kita mengamati prosesi
detik-detik proklamasi di istana Negara, tanggal 17 Agustus, disaat proses
dimana Paskibraka hendak mengibarkan nemdera duplikat pusaka, ada moment disaat
seorang anggota Paskibraka Putri mengambil bendera melalui tangga 17, disebut
tangga 17 karena memang anak tangga tersebut berjumlah 17, Setelah itu, yang
pasti mendapat perhatian khusus dari seluruh penjuru Indonesia dan juga dunia
adalah proses saat dimana tiga orang anggota paskibraka yang akrab disebut
kibra (pengibar Bendera) mulai mengibarkan bendera dengan diiringi lagu
kebangsaan Indonesia raya, dan tiang bendera yang di pergunakan adalah tiang
17, dan disebut tiang 17 karena memang tinggi tiang tersebut adalah 17 meter.
Mari sedikit membahas tentang
anak tangga 17 dan tiang 17.
Anak tangga 17 yang dinaiki paskibraka putri dalam proses pengambilan bendera duplikat pusaka sebenarnya adalah anak tangga serambi depan istana negara yang berjumlah 16 anak tangga. Dengan ditambah satu anak tangga dari panggung Inspektur Upacara maka jumlah anak tangga menjadi 17.
Anak tangga 17 yang dinaiki paskibraka putri dalam proses pengambilan bendera duplikat pusaka sebenarnya adalah anak tangga serambi depan istana negara yang berjumlah 16 anak tangga. Dengan ditambah satu anak tangga dari panggung Inspektur Upacara maka jumlah anak tangga menjadi 17.
Nah, mengenai tiang 17, mari
sedikit mengulas tentang sejarah pembangunan tiang beton berukuran 17 meter
yang menjadi tiang Bendera istana negara ini. Tiang bendera yang menjadi salah
satu kebanggaan bangsa Indonesia ini, tempat dimana bendera Pusaka yang dijahit
tangan ibu fatmawati dikibarkan, dan juga tempat duplikat pusaka dikibarkan.
Dalam sejarah, setelah proklamasi
kemerdekaan 1945, rongrongan demi rongrongan dari pihak sekutu yang diboncengin
Belanda masih terus berlanjut. Agresi militer Belanda II yang menyebabkan
berpindahnya Ibukota negara ke Istana Yogyakarta. Para Pemimpin Indonesia
termasuk Soekarno diasingkan ke Bangka. Setelah belanda mengakui kedaulatan
Indonesia pada tanggal 27 Desember 1949, maka Pusat pemerintahan kembali ke
Jakarta.
Hal pertama yang dilakukan
Presiden Soekarno sekembalinya ke Jakarta adalah membuat tiang Bendera dari
beton didepan istana negara. Maka, atas peristiwa itu, Bung Karno acap berkata,
“That was the first thing I did.” Itulah sejarah singkat mengenai tiang Bendera
dari Beton yang dibangun diawal tahun 1950 dan menghabiskan biaya 30 Ribu
rupiah, yang mengiringi berkibarnya Bendera Pertama kali di Istana Negara
Jakarta pada Agustus 1950, seiring berubahnya RIS menjadi Negara Kesatuan
Republik Indonesia.
“Sekarang,” kata Bung Karno, “tiap-tiap orang bangga bahwa di muka
Istana Merdeka ada tiang bendera yang tiap tanggal 17 Agustus bendera
pusaka kita bisa dikibarkan.”
by : http://paskibraoftwentysix.blogspot.com/
Sabtu, 27 Oktober 2012
Perkenalan
SELAMAT DATANG......
Wahai Para Generasi Penerus Bangsa,Kami disini adalah sekumpulan Pemuda Yang Ingin Berkembang,Kami Bukan Malaikat yang selalu Benar dan Sempurna Tapi kami Selalu Berusaha...
Wahai Para Generasi Penerus Bangsa,Kami disini adalah sekumpulan Pemuda Yang Ingin Berkembang,Kami Bukan Malaikat yang selalu Benar dan Sempurna Tapi kami Selalu Berusaha...
Langganan:
Postingan (Atom)

